Ancaman Asbes Dan Efeknya Pada Kesehatan Fungsi Pernafasan

bahaya asbes untuk fungsi pernafasan

Mineral asbes adalah salah satu material yang cukup sering Anda temukan dalam bangunan di Indonesia. Harga yang relatif terjangkau membuatnya cukup laku di pasaran. Padahal, asbes memiliki banyak efek samping untuk kesehatan, terutama untuk fungsi pernafasan.

Dan pada kesempatan kali ini kita akan mencoba menguak apa sebenarnya ancaman yang perlu Anda waspadai dari penggunaan asbes. Dan bagaimana pengaruhnya pada tubuh manusia.

Apa Sebenarnya Asbes?

Asbes adalah penamaan sederhana dari unsur kimia asbestos. Ini adalah unsur jenis mineral logam yang sifatnya berserat dan cenderung korotif. Material ini berasal alami dari unsur alam dan biasanya mudah Anda temukan pada area patahan.

Secara alami asbes akan membentuk jejak urat retakan yang kentara pada tanah. Ini membuatnya mudah Anda kenali ketika Anda jumpai di alam. Namun, asbes juga bisa berasal dari residu material atau sisa bangunan yang dibuang sembarangan pada air atau tanah.

Asbes ini adalah mineral yang cukup kuat. Mineral ini tidak dapat larut dalam air dan tidak dapat menguap. Material asbes tahan terhadap panas, api, juga tidak mudah mengalami oksidasi. Sehingga sebagai material untuk bangunan, asbes cenderung sangat awet.

Pada beberapa tahun lalu asbes masih menjadi material populer dalam pembuatan material bangunan. Namun dewasa ini ada banyak produk substitusi yang bisa Anda andalkan. Biasanya di pasaran produk dengan kandungan asbes bisa Anda temukan pada produk insulasi, vinyl, atap asbes, rem mobil, kain tahan panas dan lain sebagainya.

Mengapa Asbes Bahaya Untuk Fungsi Pernafasan?

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya di atas, asbes memiliki efek korotif. Asbes yang menyerpih atau membubuk menjadi serat serat mikro. Serat mikro ini terbang terbawa angin dengan mudahnya, kemudian terhirup oleh pernafasan. Sifat korotifnya akan memicu iritasi pada tenggorokan dan peradangan pada organ organ dalam fungsi pernafasan.

Serat serat ini akan membahayakan kinerja fungsi pernafasan manusia. Mulai dari efeknya yang akan menimbulkan efek serak dan gatal pada tenggorokan. Kemudian efek berikutnya terdapat pada kandungan karsinogen dari asbes. Ini akan menyebabkan sel sel dalam sistem pernafasan akan rusak, teroksidasi lebih awal dan disfungsi sebagaimana mestinya.

 

efek bahaya asbes untuk fungsi pernafasan

Apa Saja Penyakit Yang Berkaitan Dengan Asbes?

Selain menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mendorong inflamasi, terbukti asbes akan menyebabkan tubuh mengalami gangguan dalam jangka panjang. Adapun gangguan yang berasal dari paparan asbes terhadap fungsi pernafasan adalah sebagai berikut.

Asbestosis

Ini adalah kondisi tubuh ketika terjadi penumpukan kadar asbestos dalam sistem pernafasan dalam. Asbes yang menumpuk akan menyebabkan iritasi bahkan mungkin peradangan dalam tubuh. Beruntung keluhan asbestosis ini tidak banyak.

Perlu interaksi dalam jangka panjang untuk menyebabkan kadar asbes dalam tubuh akan meningkat. Meski dapat Anda prediksi bahwa senyawa Ini akan menyebabkan gejala batuk yang mungkin bisa jadi lebih berat dari merokok. Selain gejala batuk, asbestosis akan ditandai dengan kuku yang buram dan lebar serta nafas yang terasa pendek.

Mesothelioma

Ini sebenarnya adalah salah satu bentuk kanker yang memang secara spesifik dapat Anda kaitkan dengan kasus keracunan asbes. Asbes yang bersifat korotif akan merusak membrane pembungkus organ. Akibatnya pada jangka panjang terbentuk kanker dari sel sel membran yang rusak tadi. Kasus ini juga dapat terbentuk pada organ fungsi pernafasan.

Kanker Paru Paru

Mereka yang bekerja dengan intensitas tinggi terpapar asbestos akan memiliki resiko kanker paru paru 5 kali lebih besar dari orang lain. Efek dari asbes sendiri baru akan muncul pasca 15 tahun atau lebih. Dan bisa jadi, Anda hanya mengalami masa masa paparan dalam tempo yang lebih singkat dari 15 tahun.

Waspadai setiap gejala yang muncul pada fungsi pernafasan. Seperti gejala suara serak yang sulit hilang, rasa gatal tenggorokan yang berketerusan, sesak nafas, gangguan pada pernafasan dalamĀ  serta rasa mudah letih berlebihan.