Lampu Tenaga Surya Sensor Gerak

31

Sensor gerak yang dikenal dengan sebutan pyroelectric, or passive, infrared yang disingkat menjadi PIR merupakan perangkat yang mampu mendeteksi gerakan serta panas.

Dikarenakan perangkat ini sangatlah multifungsi dan memberikan sistem otomatisasi, maka seringkali ditambahkan pada lampu tenaga surya untuk tujuan tertentu.

Sekalipun masih jarang orang yang mengenal teknologi PIR tersebut, akan tetapi sensor gerak ini cukup umum digunakan.

Sebagian besar diutilisasi sebagai tujuan keamanan dan keselamatan. Tapi siapa sangka ternyata solar lamp juga memilikinya untuk memberikan pencahayaan secara otomatis.

Dengan adanya sistem otomatisasi tersebut, kita sebagai pengguna tak perlu lagi capek-capek menyalakan dan mematikan lampu secara manual, apalagi jika alat tersebut disematkan di luar ruangan.

Sensor Gerak Menguntungkan Solar Lamp

Sensor gerak sangatlah memainkan peran penting untuk menjaga agar hunian kita tetap terang saat dibutuhkan hingga mencegah adanya penyusup yang masuk ke rumah kita.

Karena orang mungkin akan merasa kaget jika tiba-tiba lampu dinyalakan dan mungkin mengira bahwa orang rumah memperhatikan gerak-gerik si calon pencuri tersebut.

Padahal, biang keroknya adalah sensor gerak yang mendeteksi adanya manusia dan panas di sekitarnya.

Sensor PIR ini terhubung langsung ke sistem keamanan kita, dan mendeteksi jika adanya perubahan suhu dan tingkat radiasi. Saat itu terjadi, maka sensor gerak PIR akan memicu lampu tenaga surya untuk langsung menyala.

Cara Menempatkan Sensor Gerak dan Panas

Dikarenakan sensor gerak PIR pada lampu tenaga surya ini mendeteksi gerakan dan panas, maka penempatannya pun haruslah diatur sedemikian rupa.

Ada beberapa bagian rumah yang mengeluarkan panas seperti ventilasi dapur. Nah, jika sensor tersebut didekatkan pada sumber panas tersebut, maka bisa saja menyala dengan sendirinya dan mengakibatkan energinya cepat habis sebelum waktunya.

Disarankan untuk tidak menempatkan sensor gerak atau lampu tenaga surya tersebut 3 meter atau kurang dari sumber panas.

Selanjutnya, kamu pun harus senantiasa membersihkan sensor PIR setiap 2 bulan sekali demi menghilangkan semua debu dan kotoran dari permukaannya.

Jika dibersihkan secara tepat, maka bisa mencegah adanya gangguan inframerah yang dikeluarkan oleh sensor tersebut.